Kamis, 24 Januari 2013

Cerita Seru - Kupenuhi Kebutuhan Biologis Mama

Ceritanya berawal ketika Kakak Pepermpuanku menyelesaikan study akhirnya di salah satu desa luar kota, Dian Kakaku, berangkat KKN mulai kemarin sore dan selama 1 bulan,dan bertepatan hari itu Mbo surti pulang kampung alasan Suaminya dirawat di rumah sakit, jadi kami berdua dengan Mama tinggal dirumah , sedangkan Papa udah setahun lebih meninggalkan kami untuk selama-lamanya.
Kebutuhan Hidup kami sehari-hari lumayan berlebihan, Papa meninggalkan satu perusahaan multi nasional sangat profit, Sebuah Rumah terbilang besar dan megah dikawasan elite disertai perlengkapan / prabot Canggih dan 2 unit Mobil mewah. Sebenarnya Mama tidak perlu mengurusi perusahaan sampai sibuk sekali, karena para karyawannya sangat profesional, tetapi entah kenapa Mama lebih banyak membuang waktunya di perusahaan ketimbang merawat dirinya seperti sewaktu Papa masih ada.
Saya dan Kakak Dian selisih umur 18 bulan, praktis bulan depan umurku 18 tahun, dan Mama Kawin muda pada umur 20 tahun, dan kalau dihitung-hitung umur Mama sekarang baru mencapai 39 tahun, namun masih tetap anggung dan cantik. Bila dibandingkan Ibu sebayanya mungkin Mamalah yang tercantik dan paling sempurna
Sore itu kami berdua duduk berdampingan di sova sambil Nonton Film yang ditayangkan HBO, Mama sangat konsentrasi mengikuti alur ceritanya , maklum cerita tentang keluarga , kehidupan suami isteri .., dan mama juga terpengaruh sampai-sampai menampakan mimik sedih..
Untuk memecahkan konsentrasi Mama ” ma..kok akhir-akhir ini mama banyak kesibukan dikantor ya!!” selaku , “nggak sih Ar.., Cuma Mama yang menyibukan diri sendiri, kenapa kamu nanya itu Ar !!” balas mama menanyaiku, ” Habis..mama , kalau tidak salah udah 3-4 bulan gak ikut senam lagi” jawabku, ” Kalo dulu Mama ikut senam untuk kesehatan dan mempercantik diri yang semuanya untuk papamu. tetapi sekarang Papamu sudah tidak ada ” kata Mama sedih sedikit terisak.., Kasihan juga Mama, rupanya Mama masih sangat terkesan denga Papa.” Maaf Mama, jangan marah ya !!, Ar kira Mama menyibukan diri dikantor untuk mencari pengganti Papa” kataku mulai ngeledek.., “Apa katamu Ar !!” Nada mama mulai meninggi, “Coba bayangkan Ar , kalau kamu dan kakakmu pergi kuliah lantas mama sendirian dirumah, bisa bisa mama jadi gila tanpa kegiatan” kata mama dengan nada mulai mereda, ” oh !! jadi mama menyibukan diri karena takut kesepian, tetapi menurut yang Ar pelajarii disekolah , Wanita sebaya Mama, apalagi pernah mempunyai suami sangat gampang tergoda !!”kataku, “Jangan diungkit lagi Ar , dan sejak kepergian Papamu, Mama udah berjanji dalam hati , tidak akan lagi mencari pengganti Papamu” kata Mama tegas, wah bangga juga mempunyai Mama setegarini.”Tapi sebagai Wanita Normal, Mama kan butuh pemenuhan Biologis” tambahku membuat argumen baru, ” Jujur aja Ar, mama terkadang membutuhkan itu, tetapi semuanya mama bisa kendalikan dengan kesibukan kantor, sudah ya Ar!! , kalau Ar Sayang Mama , kita ngobrol dengan hal lainya “, “Oke deh!!” Kataku sambil merapatkan dan berbaring di pangkuan Mama ” Ar Butuh belaian kasih sayang dari Mama” Mama membiarkan aku berbaring dipangkuannya sambil menngecup dahiku dan mengusap -nya dengan tangannya yang sangat halus..,
“Tumben Ar , hari ini kamu sangat Manja dengan Mama”, “iya donk Ma.., Ar pingin dikeloni kayak Ar waktu Bayi”, kataku sambil meraba halus dan menunjuk buah dadanya, “Tetapi kamu kan udah besar Ar” kata mama, “tetapi apa bedanya ma !!” selaku, “beda donk sayang !!, Ar Gede kan gak bisa mama gendong lagi”, “Plis donK Ma..ntar Ar yang Gendong Mama” pintaku Manja, “ok sayang, tetapi jangan digigit ya !!” Mama mulai menyinkap baju luarnya ,lalu menurunkan sebelah tali BHnya, membuat Tetek mama tersembul kenyal dan menantang, mulanya aku tertegun melihat buah dada Mama yang cukup besar, tegang , mencuat kedepan , putih mulus bertahtakan puting kemerahan, tidak kusiasiakan kesempatan ini, kusedot perlahan-lahan , lembut kupermainkan putingnya dengan ujung lidahku, entah beberapa lama , Mama mulai salah tingkah , gelisah terkadang merubah posisi duduknya sambil menarik rambutku, sepertinya mama mulai terangsang, tanganku mulai juga meraba- teteknya yang sebelah, dan mama secara spontan membuka seluruh baju bahagian atas dan melepas BHnya, dan kini mama telanjang setengah adan bagian atas…
Kusedot dan kuramas bergantian kedua teteknya dan mamapun makin keserupan, gelagapan dan nafasnya mulai mendesah…dan tiba-tiba mama membaringkan tubuhnya dan menarikku menindih tubuh mama yang mungil setengah telannjang, pada posisi ini mulai bibir dan lidahku menjalar keluar dari areal tetek mama naik keatas, keleher dan kedagu…, mamapun membiarkannya dengan pasrah..dan akhirnya sampai kebibir mama yang memerah merekah, kesedot lidahnya dan mamapun membalasnya , mulut kami berdua saling menyedot membuat ruang makin sempit , dan lidah kami saling menggelitik nikmat…
pegangan mama makin kencang pada sisi rambutku, kadang kadang mama mulai mencakar- punggungku, sayapun mengimbanginya dengan meraba kedua teteknya dan mengatur posisi selangkangku persis diatas selangkan Mama. Mamapun mulai menggoyangkan pinggulnya seirama tekanan yuniorku yang entah kapan membesar maksimal.
Walaupun Yuniorku dengan vagina mama belum bersentuhan langsung , tetapi kenikmatan ini telah membakar birahi mama…, mama mulai menjalrkan tangannya untuk membuka baju kaosku dan berlanjut melorotkan dan lepaskan celana pendeku dan menyisakan celana dalamku yang terakhir. saya pun membantu mama melepaskan total dasternya dan sewaktu saya ingin melepas CDnya, mama menahannya “AR…jangan dilepas …Ohh AR…”, “Tetapi Ar tidak tahan lagi Mama”, “Mama juga tidak..tahan Sayang , tetpi kamu tidak boleh …ouuh!!, tiba2 Mama melepaskan ciumannya bangun melepaskan diri dan membiarkanku terlentang sendiri disova , kemudian mama berlutut disampingku kembali menciumku dan tangan kiri mama mulai melucuti CDku dan mengocok habis yuniorku dan akhirnya karena saya tidak tahan lagi dengan perlakuan mama yang sangat binal dan luar biasa ini dan sayapun tau bahwa Mama sangat membutuhkan pemenuhan biologisnya maka kutarik Tubuh mama naik kesova untuk menindih tubuhku yang sudah telanjang bulat, tetapi Mama tetap bertahan sambil mempermainkan Yuniorku dan berciuman” jangan Ar..”, kata mama makin gelagapan..” Ar, Kontrasepsi Mama uda dilepas., takutnya Mama nanti Hamil”, oh..rupanya Mama takut saya Hamili, persetan dan tiba tiba saya kendorkan tarikan pada tubuh mama , dan mama ku jatuh terlentang diatas karpet dan dengan sangat mudahnya kutindih Tubuh Mama dan mengunci tubuhnya dengan ciuman , pelukan dan kedua lututku diantara selangkangnya dan otomatis yuniorku menelusuri CD mama yang sangat tipis dan kecil berbentuk segi tiga yang menutup kira2 satu cm kiri kanan bibir vaginanya,. Sebenarnya CD mama ini tidak mempunyai hambatan yang berarti agar Yuniorku memasuki Lubang Vagina mama, hanya saja lubang ini sangat sempit mungkin karena mengkerut dan sudah lama . 18 tahun lalu saya dilahirkan melalui lubang ini, dan kali ini mama pun sangat mengerti dan berusaha membantu..dengan tangan kirinya berusaha melucuti CDnya kebawah dan meraup batang yuniorku dengan tangan kanannya serta mengarahkannya ke bibir liang vaginanya sambil menggosokan kepalanya agar lendir vagina mama membasahi kepala yuniorku …… Usaha Mama tidak terlalu lama dengan sedikit menekan clubb…kepala yuniorku beserta batangnya masuk keliang vagina mama samppai kedasarnya……ouhhh…dan erangan Mama beserta denyut vaginanya yang hangat serta goyangan pinggulnya membuat saya seakan akan melayang dilangit ketujuh……sangat nikmat.., tekanan bokongku kutambah dengan dorongan naik turun , tubuhnya kupeluk sangat erat dan bibir kami bersatu ….mama mengelepar kenikmatan sambil mencakar punggungku dan melingkarkan kedua kakinya di pahaku agar yunirku makin kelelap dalam vaginanya…dan kira2 sepeminum teh” ohh…..mama tidak tahan lagi sayang…..auuuuuuuu..”, “Ar juga tidak tahan Mama …, jepit makin kencang mamaku ..sayang…surrrrrrrr…crettt” dan akhirnya kami berdua mengejan ..seiring letupan birahi mama dan saya yang telah mencapai puncaknya……”selang beberapa saat …yang terasa denyutan 2 vagina mama yang sangat berlendirdan hangat karena menampung seluruh air maniku dan air mani mama .., mama tersenyum puas ” Ar…Kok ditumpah didalam sayang ..???”, tanya mama..tanpa mengendorkan pelukannya, ” Mama kapan haid terakhir ..???” balasku menanyai mama juga tanpa mencabut yuni0orku yang masih berkubang divagina Mama, “ Kemungkanan besok atau lusa Mama haid lagi ” jawabnya singkat , mendengar jawaban Mama , kukecup dan kujilat bibirnya ” Kalau begitu aman donk !! dan Ar pingin ulang ya Mam “, terserah kamu..lah ” jawabnya pasrah dan singkat.

Babak berikutnya…setelah kucabut yuniorku dari vagina Mama dan mamapun melepaskan pelukannya , saya duduk di Sova menghadap TV dan kuraih tubuh Mama untuk duduk diatas selangkangku membelakangi TV, namun sebelumnya Mama membasuh tangannya dengan lendir kami yang mulai meleleh dari vaginanya dengan menambah sedikit ludahnya …digocoknya yuniorku yang mulai mengendor dan akhirnya ..telah kembai tegang dan mengeras ..perlahan lahan mama memasukan yunirku kevaginanya…, kembali terdengar erangan kecil dan goyangan pinggul mama naik turun , kupermainkan dan kuramas halus kedua teteknya..bergantian dengan jilatan puting dan bibir Mama.., dan mama pun menukmatinya, serta terkadang kami selingi dengan ngobrol..” Kenapa gak kemarin2 kita lakukan ini Mama”, “Hushh..anak nakal , Mama pun menyesal kenapa gak kemarin2 ngelekoni kamu sayang..” dan akhirnya kami berdua ketawa birahi penuh nikmat ” dan mulai sekarang …ouhhh, …kalau kamu pingin ..setubuhi mama ..minta aja yahhhhh asal jangan ketahuan kakakmu…….uhhhh…”, ” Mulai besok ..mama tidak perlu lagi kekantor “, “Tapi Ar …besok Antar mama ke Dokter Kandungan untuk pasang kontra sepsi” kata mama yang mulai mengganas dan menggit bibirku, “Untuk apa Mam..” tanyaku belagak pilon “ , “Agar Aman kita bermain ..sayaannnnnnnnnnng” , ” tetapi mamakan gak punya suami ..ntar apa kata dokter”, tanyaku lagi sambil menggendong tubuh mama dengan yuniorku tetap melekat di Vagina Mama…, dan sambil koenjot tubuh mama dalam posisi berdiri , mama makin kesurupan denga melilitkan kakinya dan menyedot mulut lebih kencang..,”Kamu mengaku aja sebagai suami Mama ‘……achhhhhh, baringkan mama sayang…..mama tidak tahan lagiiiiiii…oh…ARRRRRRRR” akhirnya kami duduk kembali dan mama makin binal dalam posisi duduk berhadapan………………

Dan sejak itu atas kesepakatan kami …berdua..dan tidak ada orang ketiga yang tau …Mama telah memasang kembai kontrasepsi…jarang sekali kekantor dan aktif kembali senam dan saya selalu mengantarnya …demi keamanan..kata mama kepada Dian Kakaku., padahal hanya sekedar mencari kesempatan untuk checkin short time di Hotel… dan kalu kakak tidak berada dirumah , kami selalu tidur seranjang.. telanjang bulat…………..sampai pagi.

4 komentar: